Sertifikat halal merupakan fatwa tertulis yang diterbitkan oleh MUI untuk produk yang telah dinyatakan halal setelah melalui proses pendaftaran, audit, dan rapat Komisi Fatwa MUI yang dilakukan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia atau disingkat LPPOM MUI. LPPOM MUI merupakan lembaga independen di bawah MUI. Produk yang dapat diterbitkan sertifikat halal oleh MUI di antaranya produk pangan, obat-obatan, kosmetik, barang gunaan (bahan kimia, sabun, deterjen, kulit, filter air, dll) (halalmui.org).

Sertifikat halal MUI menjadi syarat untuk mendapatkan izin pencantuman label halal pada kemasan produk dari instansi pemerintah yang berwenang (halalmui.org). Sertifikat halal menjadi penting di Indonesia dikarenakan mayoritas masyarakatnya beragama muslim yang taat akan ajaran syariat Islam. Status halal pada produk bisa menjadi jaminan untuk konsumen dalam mengkonsumsi produk tersebut. Sertifikat halal mewajibkan produsen makanan untuk memproduksi makanan yang bebas dari sesuatu yang kotor menurut ketentuan syariat Islam atau najis. Bahan baku makanan dan produk dikatakan najis apabila mengandung babi dan turunannya serta bahan-bahan haram di luar babi yang bersifat kotor seperti beraasal dari bangkai hewan ternak/unggas, khamar (minuman fermentasi dan mengandung alkohol), organ manusia, binatang buas dan mengandung semua jenis darah.

Sertifikasi Jaminan Halal (SJH) atau Halal Assurance System (HAS) 23000 tentang Persyaratan Sertifikasi Halal ada beberapa kategori antara lain, HAS 23101 tentang Pedoman Pemenuhan Kriteria Sistim Jaminan Halal (SJH) di Industri Pengolahan; HAS 23102 tentang Pedoman Pemenuhan Kriteria Sistim Jaminan Halal (SJH) di Restoran; HAS 23103 tentang Pedoman Pemenuhan Kriteria Sistim Jaminan Halal (SJH) di Rumah Potong Hewan; HAS 23104 tentang Pedoman Pemenuhan Kriteria Sistim Jaminan Halal (SJH) di Katering; HAS 23201 tentang Persyaratan Bahan Pangan Halal, dan HAS 23301 tentang Pedoman Penyusunan Manual SJH di Industri Pengolahan. Label Halal tidak hanya berlaku di Indonesia saja tetapi juga di beberapa negara lainnya, seperti Korea, China, Singapore, Malaysia, dll. Menurut Ketua Majelis Ulama Indomesia (MUI) KH Amidhan, halal MUI sudah diterima di 25 negara dan 45 sampai 50 lembaga sertifikat halal di dunia seperti Australia dan Amerika. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamukti menyampaikan bahwa 22 negara tujuan ekpor produk olahan makanan telah menerima sertifikasi halal milik Indonesia seperti Amerika Serikat, Brazil, Taiwan, Belgia, Perancis, Polandia, Inggris dan Jerman.

Produk yang telah bersertifikasi Halal di Indonesia masih berlaku jika produk dikirimkan ke luar negeri, begitu juga untuk produk dari luar negeri bersertifikasi Halal yang akan masuk ke Indonesia. Proses sertifikasi Halal oleh LPPOM MUI hanya bisa diajukan secara online. Berikut alur proses pengajuannya.

Sumber: halalmui.org

Pembuatan dokumen HAS 23000:1 terdiri dari Kebijakan Halal, Pembentukan Tim Manajemen Halal, mengajukan pelatihan dan edukasi, analisa bahan baku yang digunakan, list produk yang akan didaftarkan dan yang beredar di Indonesia, fasilitas produksi, tindak lanjut jika ada ketidaksesuaian proses yang mempengaruhi kehalalan produk, kemampuan telusur, penanganan produk tidak sesuai, audit internal dan mengkaji ulang manajemen halal (halalmui.org). Setelah membuat dokumen dan memastikan implementasi manajemen halal telah dilaksanakan, kemudian perusahaan terkait mengajukan penjadwalan audit oleh LPPOM MUI.

Sumber:

https://food.detik.com/info-halal/d-1863176/kriteria-lembaga-sertifikasi-halal-luar-negeri-yang-diakui-mui

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20151017100852-262-85453/jaminan-halal-dari-luar-negeri-sama-dengan-halal-dari-mui

http://e-lppommui.org/documents/SK11.II.2014_Ketentuan_Kelompok_Produk_berSH_MUI_(revisi-1).pdf

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:http://www.halalmui.org/mui14/index.php/main/go_to_section/149/1549/page/1

https://www.merdeka.com/peristiwa/ketua-sertifikat-halal-mui-diakui-25-negara.html

https://sains.kompas.com/read/2012/09/29/00244580/22.negara.akui.sertifikasi.halal.ri

http://www.halalmui.org/mui14/index.php/main/go_to_section/58/1366/page/1