Cara Menyusun Laporan Keuangan Perusahaan dengan Mudah

Laporan Keuangan

Laporan Keuangan merupakan catatan dari suatu perusahaan. Ini adalah laporan tertulis yang mengukur kekuatan finansial, kinerja, dan likuiditas perusahaan. Selain itu, mencerminkan dampak finansial dari transaksi bisnis. Bentuk yang utama meliputi bentuk laporan laba-rugi, perubahan modal, neraca, dan laporan arus kas. Melalui keempat bentuk laporan keuangan tersebut dapat dianalisa kemajuan sebuah perusahaan, apakah perusahaan tersebut mengalami perkembangan yang pesat atau mengalami kebangkrutan.

 

Dalam suatu perusahaan, laporan keuangan adalah hal yang paling penting. Sayangnya, banyak perusahaan yang belum memiliki laporan keuangannya sendiri. Ada banyak faktor yang menyebabkan perusahaan tidak memilikinya. Salah satunya karena mereka tidak mengetahui dengan jelas bagaimana cara menyusun dengan benar dan mudah.

 

Untuk menyusun laporan keuangan, Anda cukup melakukan proses jurnal transaksi dan mengelompokannya ke dalam buku besar dari masing-masing akun kelompok aktiva, pasiva, dan laba-rugi yang terdiri dari penjualan dan seluruh biaya. Lalu bagaimana cara menyusun laporan keuangan yang baik dan benar? Ikuti langkah-langkahnya di bawah ini.

Baca Juga : 10 Tips Sukses Interview Online Yang Harus Dipelajari

 

  1. Neraca Saldo

Neraca saldo merupakan tahap awal untuk membuat jurnal penyesuaian dan neraca lajur. Laporan ini berisi daftar rekening buku besar dengan saldo debet atau kredit yang disusun sebelum adanya jurnal penyesuaian. Neraca saldo dibuat ketika semua jurnal telah dibukukan ke masing-masing rekening pada buku besar.

 

  1. Jurnal Penyesuaian

Jika masih ada transaksi yang belum tercatat atau masih tidak sesuai dengan akhir periode, Anda harus mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk membuat Jurnal penyesuaian. Jurnal ini dibuat pada akhir periode untuk menyesuaikan saldo-saldo perkiraan yang akan menunjukkan keadaan sebenarnya sebelum penyusunan laporan keuangan.

Jurnal penyesuaian juga berperan di dalam pengukuran peforma perusahaan. Jurnal penyesuaian menyajikan data keuangan sebuah perusahaan. Dengan adanya jurnal penyesuaian, komisaris perusahaan dapat memperhitungkan langkah perusahaan selanjutnya.

  1. Neraca Lajur (Worksheet)

Dengan membuat Neraca Lajur, Anda dapat lebih mudah melakukan penyusunan laporan keuangan yang dimulai dari neraca saldo dan disesuaikan dengan data yang diperoleh dari Jurnal Penyesuaian. Saldo yang telah disesuaikan akan terlihat pada kolom neraca saldo yang disesuaikan dan merupakan saldo yang akan ada dalam neraca dan laporan laba rugi.

 

  1. Laporan Keuangan

Laporan ini terdiri dari laporan laba rugi, laporan perubahan modal, serta laporan lainnya. Laporan ini dapat disusun langsung pada neraca lajur, karena didalamnya telah dipisahkan saldo yang dilaporkan dalam neraca atau laporan laba rugi. Laporan ini, kemudian dapat diubah bentuknya sehingga dapat menghasilkan neraca dan laporan laba rugi yang lebih mudah dibaca dan dianalisa.

 

  1. Jurnal Penutupan

Setelah rekening dalam buku besar telah disesuaikan, kini saatnya Anda membuat Jurnal Penutup untuk menutup rekening-rekening nominal/sementara ke rekening laba rugi dan memindahkan saldo laba rugi ke rekening laba tidak dibagi. Setelah itu, informasi pada jurnal tersebut dibukukan ke buku besar sesuai rekening yang bersangkutan.

 

  1. Neraca Saldo Setelah Penutupan

Untuk mengecek keseimbangan saldo debit dan kredit rekening yang masih terbuka, Anda harus membuat neraca saldo setelah penutupan yang berisi rekening-rekening nyata, bukan nominal yang sudah ditutup. Jadi akun akun yang dimasukkan kedalam neraca saldo adalah akun akun yang riil atau nyata. Akun-akun rekening sebelumnya tidak perlu dimasukkan kedalam neraca saldo setelah penutupan karena sebelumnya saldo telah di-nolkan dengan bantuan jurnal penutupan.

 

Setelah mengetahui cara menyusun laporan keuangan yang baik, cobalah untuk mulai membuat laporan keuangan perusahaan Anda. Dengan memiliki laporan keuangan, Anda dapat mengetahui kondisi keuangan perusahaan sehingga mempermudah dalam mengambil keputusan bisnis. Peforma bisnis yang Anda kelola juga akan lebih baik jika Anda sudah berhasil mengontrol keuangan di perusahaan. Mulai dari pemasukan dan pengeluaran bahkan untuk hal kecil di perusahaan disarankan untuk selalu dicatat dalam laporan keuangan agar semua terkontrol dengan baik.