Dalam industri pangan, HACCP Plan bukan sekadar dokumen yang disusun untuk memenuhi syarat sertifikasi atau kebutuhan audit. Ia adalah fondasi utama dari sistem manajemen keamanan pangan yang efektif dan berkelanjutan. Namun sayangnya, masih banyak perusahaan yang menganggap HACCP sebagai dokumen statis—dibuat sekali lalu dibiarkan tanpa pembaruan bertahun-tahun. Pandangan ini dapat menjadi celah besar yang berisiko terhadap keamanan pangan, integritas produk, hingga kelulusan audit.
Mengapa HACCP Plan Harus Ditinjau Secara Berkala?
Lingkungan operasional dalam industri pangan sangat dinamis. Perubahan dapat terjadi setiap saat—baik dari sisi internal perusahaan maupun eksternal seperti regulasi pemerintah atau tuntutan pelanggan. Oleh karena itu, HACCP Plan harus ditinjau secara berkala agar tetap selaras dengan kondisi terkini.
Peninjauan berkala ini berfungsi untuk memastikan bahwa semua potensi bahaya masih teridentifikasi dengan tepat, pengendalian yang dilakukan masih efektif, dan dokumentasi HACCP selalu mutakhir. Bila tidak diperbarui, rencana HACCP bisa menjadi tidak relevan, yang artinya sistem keamanan pangan perusahaan bisa “bocor” tanpa disadari.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Meninjau HACCP?
Ada beberapa kondisi utama yang menjadi pemicu peninjauan HACCP Plan, antara lain:
- Perubahan bahan baku atau penambahan supplier baru.
- Modifikasi proses produksi, seperti penggantian alat, perubahan suhu atau waktu pemrosesan.
- Perubahan layout pabrik atau alur produksi.
- Peluncuran produk baru yang belum dianalisis bahayanya.
- Perubahan regulasi dari BPOM, SNI, atau standar internasional.
- Masukan dari audit internal, eksternal, atau sertifikasi.
- Keluhan pelanggan, insiden food safety, hingga kejadian recall.
Selain kondisi di atas, HACCP juga sebaiknya ditinjau secara periodik, misalnya setiap 6–12 bulan sebagai bagian dari komitmen perbaikan berkelanjutan.
Siapa yang Bertanggung Jawab dalam Review HACCP?
Peninjauan HACCP bukan hanya tanggung jawab tim QA saja. Proses ini harus melibatkan Tim HACCP lintas fungsi yang terdiri dari perwakilan produksi, teknis, pengadaan, hingga manajemen puncak. Keterlibatan manajemen tidak hanya diperlukan dalam hal persetujuan, tetapi juga dalam pengambilan keputusan dan penyediaan sumber daya yang diperlukan.
Semua hasil peninjauan harus terdokumentasi dengan baik, termasuk alasan di balik perubahan atau keputusan untuk mempertahankan kontrol yang ada.
Apa Risiko Jika Review HACCP Diabaikan?
Mengabaikan peninjauan HACCP bisa membawa dampak serius, antara lain:
- Produk tidak aman beredar di pasar.
- Keluhan pelanggan meningkat dan berujung pada kerusakan reputasi.
- Recall produk yang merugikan secara finansial.
- Temuan audit, baik dari sertifikasi (FSSC 22000, ISO 22000) maupun pelanggan besar.
- Bahkan dalam kasus tertentu, bisa terjadi gangguan distribusi dan kerugian kontrak bisnis.
Pentingnya Dukungan Konsultan Profesional
Meninjau HACCP memang bukan hal mudah. Dibutuhkan keahlian teknis, pemahaman regulasi, hingga kemampuan analisis risiko. Oleh karena itu, banyak perusahaan memilih bekerja sama dengan konsultan terpercaya seperti Bizplus.id.
Dengan pendekatan sistematis dan pengalaman dalam pendampingan sistem HACCP, Bizplus.id membantu mendampingi perusahaan dalam meninjau, memperbarui, bahkan menyusun HACCP Plan sesuai kebutuhan. Ini memberi kepastian bahwa sistem Anda tidak hanya patuh terhadap standar, tetapi juga siap menghadapi audit dan tuntutan pasar.
Apa yang Harus Anda Lakukan?
HACCP Plan yang tidak pernah ditinjau adalah celah serius dalam sistem keamanan pangan. Jangan tunggu sampai ada masalah muncul untuk mulai bertindak. Peninjauan yang terstruktur dan tepat waktu akan menyelamatkan perusahaan dari berbagai risiko operasional dan reputasi.
Dengan dukungan dari Bizplus.id, Anda bisa lebih percaya diri menghadapi audit, mempertahankan sertifikasi, dan yang terpenting: memastikan produk yang Anda hasilkan aman dikonsumsi.
Klik di sini untuk konsultasikan kebutuhan Anda!
Penulis: FC
Baca Juga:



