ISO 45001: Analisis Kasus Kecelakaan Kerja dan Dampaknya

ISO 45001 adalah standar internasional untuk sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang diterbitkan oleh Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO). Standar ini bertujuan untuk membantu organisasi mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat. ISO 45001 dirancang untuk menggantikan OHSAS 18001 dan menyediakan pendekatan sistematis dalam mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan mengimplementasikan kontrol yang efektif.

Sejarah dan Pengembangan ISO 45001

Proses pengembangan ISO 45001 dimulai pada tahun 2013 oleh ISO Project Committee ISO/PC 283, yang terdiri dari para ahli K3 dari seluruh dunia. Setelah lima tahun pengembangan yang intensif, ISO 45001 akhirnya diterbitkan pada 12 Maret 2018. Standar ini mengadopsi Struktur Tingkat Tinggi (High Level Structure).

Komponen dan Persyaratan Utama ISO 45001

ISO 45001 terdiri dari beberapa komponen dan persyaratan utama yang harus dipenuhi oleh organisasi:

  1. Konteks Organisasi: Memahami faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi tujuan K3 organisasi.
  2. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja: Memastikan komitmen manajemen puncak dan partisipasi pekerja dalam sistem manajemen K3.
  3. Perencanaan: Mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan menentukan tindakan pengendalian.
  4. Dukungan: Memastikan adanya sumber daya, kompetensi, kesadaran, dan komunikasi yang memadai.
  5. Operasional: Merencanakan, mengimplementasikan, dan mengendalikan proses yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan K3.
  6. Evaluasi Kinerja: Memantau, mengukur, menganalisis, dan mengevaluasi kinerja K3.
  7. Perbaikan: Mengambil tindakan untuk meningkatkan kinerja K3 secara berkelanjutan.

Kejadian Kecelakaan

Pada tanggal 23 Maret 2005, sebuah menara distilasi di BP Texas City Refinery mengalami kelebihan beban dan akhirnya meledak. Pada hari itu, menara distilasi diisi dengan jumlah bahan yang berlebihan, menyebabkan penumpukan tekanan yang tidak terkendali. Ketika tekanan mencapai titik kritis, terjadi pelepasan uap yang kemudian meledak. Ledakan ini menghancurkan beberapa trailer yang ditempatkan terlalu dekat dengan menara distilasi, menewaskan 15 pekerja yang berada di dalamnya dan melukai lebih dari 180 lainnya.

Analisis Penyebab Kecelakaan

  • Kurangnya Pelatihan: Pekerja tidak memiliki pelatihan yang memadai tentang cara menangani situasi darurat dan prosedur keselamatan.
  • Kepatuhan yang Rendah: Banyak pekerja yang mengabaikan prosedur keselamatan karena kurangnya pengawasan dan kesadaran.
  • Sistem Manajemen yang Buruk: Tidak adanya sistem manajemen K3 yang terstruktur dan sesuai standar.
  • Kepemimpinan yang Lemah: Manajemen tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap pentingnya K3 dan mengabaikan laporan tentang kondisi yang tidak aman.
  • Pemeliharaan Peralatan yang Buruk: Tidak ada prosedur pemeliharaan rutin yang menyebabkan kerusakan peralatan tidak terdeteksi dan diperbaiki.
  • Kondisi Kerja yang Tidak Aman: Penataan fasilitas yang buruk dan tidak adanya tanda-tanda keselamatan yang jelas menambah risiko kecelakaan.

Studi kasus BP Texas City Refinery menunjukkan pentingnya penerapan standar ISO 45001 dalam sistem manajemen K3 di perusahaan. Mengabaikan standar ini berisiko tinggi, yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja yang berakibat fatal dan kerugian besar, baik dari segi finansial maupun reputasi. Implementasi ISO 45001 tidak hanya membantu dalam mencegah kecelakaan kerja, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pekerja, yang pada akhirnya berkontribusi pada kesuksesan jangka panjang perusahaan.

Share this :