Penerapan ISO 28000 dalam Manajemen Keamanan Rantai Pasok

Penerapan ISO 28000 ini membantu organisasi dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko yang terkait dengan keamanan dan ketahanan rantai pasok mereka. Salah satu system rantai pasok yang dijadikan sebagai persyaratan dalam proses bisnis yaitu ISO 28000. ISO 28000 adalah standar internasional yang mendefinisikan persyaratan Sistem Manajemen Keamanan Rantai Pasokan dan menyediakan model manajemen untuk organisasi yang ingin menerapkan sistem ini.

Rantai pasokan global adalah sistem yang menghubungkan berbagai pihak dalam proses produksi, distribusi, dan penjualan barang atau jasa di seluruh dunia. Dari pengadaan bahan baku hingga penjualan produk, rantai pasokan global memainkan peran penting dalam ekonomi dunia. Dapat dibilang proses rantai pasokan global termasuk proses yang kompleks  sehingga perlu adanya keamanan rantai pasokan.

Pentingnya Penerapan ISO 28000 di Perusahaan Indonesia

Saat ini, ada peningkatan permintaan terhadap produk berkualitas di Indonesia, terutama karena pertumbuhan pasar swalayan modern yang dapat meningkatkan daya saing. Namun, harga produk untuk konsumen cenderung tinggi, yang disebabkan oleh biaya produksi yang tin ggi dan rantai pasokan yang panjang dengan sistem transportasi yang mahal. Perhatian harus difokuskan pada bagaimana meningkatkan efisiensi rantai pasokan dan sistem transportasi.

Pemerintah telah mengimplementasikan regulasi seperti Peraturan Menteri Keuangan No 227/PMK.04/2014 mengenai Operator Ekonomi Bersertifikat (Authorized Economic Operator) dan Peraturan Menteri Perhubungan No PM 32 Tahun 2015 tentang Pengamanan Kargo dan Rantai Pasok Kargo dan Pos yang Diangkut dengan Pesawat Udara. Untuk mendukung penerapan regulasi ini, penting juga untuk memperkuat implementasi ISO 28000.

Keuntungan bagi Perusahaan

  1. Risiko Keamanan: Rantai pasokan rentan terhadap risiko seperti pencurian, sabotase, dan bencana alam. Sistem keamanan membantu mengidentifikasi dan mengurangi risiko ini. Dengan menggunakan konsultan ISO Bizplus , Anda akan dibantu melakukan Analisa risiko keamaanan rantai pasok dan pengendaliannya.
  2. Ketahanan Bisnis: Keamanan yang baik memastikan kelancaran operasi bisnis. Dengan sistem yang terintegrasi, perusahaan dapat merespons lebih cepat terhadap insiden.
  3. Kepatuhan Regulasi: Banyak negara memiliki regulasi ketat terkait keamanan dan perlindungan data. Sistem keamanan membantu perusahaan mematuhi standar ini.
  4. Reputasi dan Kepercayaan: Pelanggan dan mitra bisnis mempercayai perusahaan yang memiliki sistem keamanan yang kuat. Ini memperkuat reputasi dan memperluas peluang bisnis.
  5. Kerjasama dengan Pihak Ketiga: Perusahaan sering berinteraksi dengan pemasok, kontraktor, dan mitra lainnya. Sistem keamanan memastikan kerahasiaan dan integritas data selama kolaborasi ini.

Penulis: RR
Share this :