Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Pangan berdasarkan FSSC 22000 versi 5.1

Saat ini, pertumbuhan industri makanan di Indonesia cukup positif, diambil dari laman Data Industri (2022), pertumbuhan industri makanan dan minuman pada kuartal 1 tahun 2022 sebesar 3,75%. Namun, dengan meningkatnya pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia kasus keracunan pangan masih menjadi masalah utama di Indonesia. Berdasarkan Laporan Tahunan BPOM tahun 2021 untuk area Surabaya, terdapat 288 kasus keracunan yang disebabkan oleh makanan. Hal ini berarti, keamanan pangan merupakan hal yang sangat penting yang harus diperhatikan. Keamanan pangan dapat bertujuan untuk menjaga konsumen terhadap ancaman bahaya keamanan pangan yang dapat mengkontaminasi produk pangan. Penerapan keamanan pangan yaitu dengan mengimplementasikan Sistem Manajemen Keamanan Pangan, salah satu Sistem Manajemen Keamanan Pangan adalah FSSC 22000 versi 5.1. Jika Anda ingin mengetahui macam-macam Sistem Manajemen Keamanan Pangan selain FSSC versi 5.1, Anda dapat mengunjungi Jasa Sertifikasi & Konsultan ISO Surabaya – Bizplus.id

Pentingnya Penerapan FSSC 22000

FSSC 22000 merupakan skema sertifikasi keamanan pangan yang menciptakan sebuah kerangka kerja untuk manajemen dan pengendalian risiko terkait keamanan pangan, serta pengelolaan jaringan rantai pasokan secara keseluruhan. Mengapa Anda perlu menerapkan FSSC 22000? Karena kebutuhan atas produk pangan yang aman dan berkualitas terus meningkat, persyaratan konsumen di sepanjang rantai pangan terkait dengan food safety and quality, FSSC merupakan SMKP yang dikembangkan dari ISO 22000 dan HACCP, FSSC merupakan salah satu sistem manajemen keamanan pangan yang selalu up-to-date sesuai dengan kondisi dan kebutuhan dunia terkini, dan diakui oleh GFSI (Global Food Safety Initiative). Saat ini standar FSSC 22000 yang terbaru adalah FSSC 22000 versi 5.1, sehingga FSSC 22000 versi 5.0 sudah tidak berlaku sejak 31 Maret 2022. Perubahan pada additional requirement FSSC versi 5.1 adalah adanya perubahan pada manajemen pembelian jasa dan material, label produk, storage and warehousing, HACCP, verifikasi PRP, status kesehatan, dan persyaratan untuk organisasi yang melakukan multisite ceritification.

Penerapan FSSC 22000

FSSC 22000 versi 5.1 menggunakan standar ISO 9001:2015, ISO/TS 22002-x series sebagai PRP, ISO 22000:2018, dan additional requirement FSSC 22000 versi 5.1.Penerapan FSSC 22000 tidak hanya diterapkan untuk industri pangan saja, tetapi FSSC 22000 dapat diterapkan antara lain:

  1. Peternakan hewan
  2. Manufaktur makanan
  3. Produsen pakan hewan
  4. Jasa boga
  5. Retail
  6. Jasa transportasi dan penyimpanan
  7. Manufaktur kemasan pangan
  8. Produsen biokimia.

Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut terkait penerapan FSSC 22000 versi 5.1 atau Anda ingin melakukan sertifikasi FSSC 22000 versi 5.1, Anda dapat menghubungi Bizplus.id sebagai jasa training dan konsultansi.

Penulis : RP