Limbah B3 dan Cara Pengolahannya

Limbah merupakan sesuatu yang tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan proses produksi. Hampir pada setiap perusahaan, khususnya manufaktur pasti menghasilkan limbah tetapi dalam skala yang berbeda-beda tergantung dengan material yang digunakan. Limbah B3 sangat berbahaya bagi lingkungan di sekitar pabrik, baik itu lahan kosong, aliran air, ataupun pemukiman warga.

Limbah B3 sangat berbahaya bagi lingkungan di sekitar pabrik, baik itu lahan kosong, aliran air, ataupun pemukiman warga. Apakah yang dimaksud Limbah B3? B3 sendiri merupakan singkatan dari Bahan Beracun dan Berbahaya, di mana limbah jenis ini memiliki zat yang beracun dan berbahaya sehingga berpotensi merusak lingkungan.

Sebelum mengetahui bagaimana Pengelolaan Limbah B3, yuk kenali jenis Limbah B3 memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

  1. Mudah meledak
  2. Pengoksidasi
  3. Mudah menyala
  4. Beracun
  5. Mengiritasi
  6. Berbahaya
  7. Korosif
  8. Karsinogenik

Lalu apa itu Pengelolaan Limbah B3?

Pengolahan limbah merupakan upaya untuk memisahkan zat pencemar baik itu dalam bentuk cairan, padatan, atau gas dari hasil proses produksi. dalam melakukan Pengelolaan Limbah terdapat beberapa metode yang umum digunakan, yaitu metode kimia dan fisik. Pada metode kimia dan fisik biasanya dilakukan sebagai berikut:

  • Stabilisasi

Pada proses stabilisasi, limbah yang dihasilkan akan dicampurkan dengan suatu zat khusus sesuai dengan kebutuhan dan jenis limbahnya dengan tujuan mengurangi tingkat toksisitas dari limbah tersebut.

  • Solidifikasi

Pada proses solidifikasi, limbah atau bahan berbahaya akan ditambahkan dengan zat aditif dengan tujuan memadatkan limbah tersebut. Zat aditif memiliki peranan untuk mengurangi permukaan area yang dilalui dimana dapat mengurangi kontaminan yang terjadi.

  • Pembakaran

Pembakaran merupakan cara pengolahan limbah dengan cara membakar limbah tersebut untuk memperkecil volume B3. Hal penting yang harus dilakukan pada saat melakukan metode ini adalah melakukan pengontrolan secara tepat dan ketat pada area pengolahan karena gas beracun hasil pembakaran dapat mencemari udara.

  • Bioremediasi

Pengolahan dengan bioremediasi adalah pengolahan dengan menggunakan bantuan bakteri atau mikroorganisme lain untuk mengurai limbah B3. Pada proses ini polutan beracun akan diubah struktur kimianya hingga akhirnya menjadi metabolit yang tidak berbahaya dan beracun. Kelemahan yang menjadi pertimbangan dari proses bioremediasi ini adalah membutuhkan waktu yang relatif lama dan tidak efektif untuk digunakan bagi limbah skala besar.

            Selain metode-metode pengolahan di atas, terdapat beberapa upaya lain yang dapat dilakukan dalam hal Pengelolaan Limbah B3 agar tidak menimbulkan bahaya lebih lanjut. Upaya-upaya dan cara pengolahannya adalah :

  1. Melakukan reduksi limbah dengan pengoptimalan penyimpanan material
  2. Mencari substitusi material yang lebih ramah lingkungan
  3. Mengemas Limbah B3 sesuai dengan karakteristik atau sifat limbah bersangkutan
  4. Menyimpan Limbah B3 sesuai dengan persyaratan Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Nomor: Kep-01l/Bapedal/09/1995.
  5. Dalam pengangkutan bahan-bahan yang termasuk B3, perlu untuk dilengkapi dokumen pengangkutan dan ketentuan teknis (Contoh: MSDS)
  6. Penerapan kegiatan 3R (Recycle, Recovery, dan Reuse)