Ketahui Tujuan, Fungsi, dan Jenis Perhitungan TKDN

Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) merupakan kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah untuk meningkatkan penggunaan komponen lokal dalam industri manufaktur. TKDN bertujuan untuk memperkuat kemandirian industri dalam negeri, merangsang pertumbuhan ekonomi, dan mengurangi ketergantungan terhadap impor komponen. Pada umumnya, regulasi TKDN menetapkan persentase minimum komponen lokal yang harus digunakan dalam produksi tertentu, yang menjadi dasar bagi pengembangan industri dalam negeri.

Peran TKDN sangat penting dalam membentuk ekosistem industri yang berkelanjutan. Dengan mendorong penggunaan komponen lokal, TKDN membantu dalam merangsang pertumbuhan industri domestik, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah dalam rantai pasokan nasional. Perhitungan TKDN melibatkan persentase nilai tambah yang dihasilkan dari komponen lokal dalam total nilai produk, memberikan gambaran tentang tingkat keterlibatan komponen dalam negeri dalam proses produksi.

Siapa yang Wajib Menerapkan TKDN?

Berbagai sektor industri menerapkan kebijakan TKDN untuk meningkatkan penggunaan komponen lokal. Sebagai contoh, dalam industri alat kesehatan, nilai rata-rata TKDN yang ditetapkan adalah di atas 60%, menunjukkan komitmen dalam menggunakan komponen lokal untuk memproduksi perangkat medis seperti alat diagnosis, peralatan bedah, dan perangkat penyimpanan obat. Begitu juga dalam industri alat mesin pertanian, dengan nilai rata-rata TKDN yang ditetapkan di atas 43%, menekankan pentingnya penggunaan komponen dalam negeri dalam produksi alat mesin pertanian seperti traktor, mesin penggiling padi, dan peralatan irigasi.

Industri ketenagalistrikan juga menerapkan kebijakan TKDN, dengan nilai rata-rata TKDN yang ditetapkan di atas 40%. Ini mencakup berbagai produk seperti peralatan listrik, transformator, dan peralatan distribusi listrik. Bahkan, sektor pembangkit listrik menetapkan nilai rata-rata TKDN antara 30 hingga 70%, menunjukkan keberagaman dalam tingkat keterlibatan komponen dalam negeri dalam pembangunan pembangkit listrik, mulai dari pembangkit tenaga surya hingga pembangkit tenaga nuklir.

Jenis dan Rumus Perhitungan TKDN

Perhitungan TKDN dapat dilakukan untuk berbagai jenis barang dan jasa. Untuk barang, perhitungan melibatkan persentase komponen dalam negeri dari material yang digunakan, kewarganegaraan tenaga kerja, serta kepemilikan dan negara asal alat kerja dipakai. Sementara itu, perhitungan TKDN untuk jasa mempertimbangkan kewarganegaraan tenaga kerja, alat & fasilitas kerja, serta jasa umum yang digunakan dalam melaksanakan jasa yang diperdagangkan. Selain itu, terdapat juga perhitungan TKDN untuk barang dan jasa yang menggabungkan berbagai komponen lokal seperti bahan baku/material, alat kerja, tenaga kerja, jasa umum, konstruksi/fabrikasi, dan fasilitas kerja.

% TKDN = [Biaya produksi – Biaya Komponen luar]/Biaya produksi x 100%.

Biaya komponen luar meliputi biaya pembelian komponen impor, biaya pengolahan komponen impor, biaya penyimpanan komponen impor, biaya pengiriman komponen impor, biaya teknologi/lisensi impor, dan biaya perawatan komponen impor. Sementara itu, biaya produksi meliputi biaya untuk bahan (material) langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya tidak langsung pabrik (factory overhead).

Contoh perhitungan:

Biaya bahan = 100jt

Biaya tenaga kerja langsung = 50jt

Biaya tidak langsung pabrik = 100jt

Biaya komponen luar = 65 jt

Maka,

% TKDN barang = [Biaya produksi – Biaya Komponen luar]/Biaya produksi x 100%

% TKDN barang = [(100jt + 50jt + 100jt)-65jt]/ (100jt + 50jt + 100jt)x 100%

% TKDN barang = 74% Maka, nilai % TKDN barang tersebut adalah 74%

Manfaat Sertifikasi TKDN bagi Perusahaan

Manfaat memiliki sertifikasi TKDN bagi perusahaan sangatlah besar. Pertama, sertifikasi ini menunjukkan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi pemerintah terkait penggunaan komponen lokal dalam produk-produk mereka, yang penting untuk menghindari denda atau sanksi. Kedua, sertifikasi TKDN memungkinkan perusahaan untuk masuk ke pasar domestik atau mengikuti tender pemerintah, meningkatkan potensi pertumbuhan bisnis. Ketiga, sertifikasi ini memberikan keunggulan kompetitif di pasar dengan menunjukkan komitmen terhadap penggunaan komponen lokal. Keempat, mendorong penggunaan lebih banyak komponen lokal dalam produksi, mengurangi ketergantungan pada impor dan mengoptimalkan efisiensi serta biaya produksi. Kelima, membuka peluang kerjasama dengan perusahaan lokal lainnya dan pihak terkait dalam rantai pasokan. Terakhir, seringkali pemerintah memberikan insentif atau dukungan kepada perusahaan yang memiliki sertifikasi TKDN, membantu dalam pengembangan produk dan ekspansi bisnis.

Perlu diketahui bahwa untuk mendapatkan sertfifikasi TKDN terbilang rumit, oleh sebab itu disarankan bagi perusahaan untuk menggunakan konsultan proffesional seperti bizplus.id, konsultan yang menjamin untuk mendapatkan sertifikasi sesuai prosedur pemerintah, pemanfaatan jasa konsultan TKDN dapat menjadi langkah strategis bagi perusahaan untuk memastikan kepatuhan mereka terhadap regulasi TKDN dengan efisien, sehingga dapat lebih fokus pada operasional bisnis inti mereka.

Penulis: F
Share this :