Implementasi ISO/IEC 27001 sering dianggap hanya sebatas memenuhi dokumen yang diminta auditor. Namun saat audit berlangsung, banyak organisasi termasuk yang sudah memiliki tim IT matang masih mendapatkan temuan audit ISO/IEC 27001 signifikan yang menunjukkan adanya celah keamanan informasi.
Artikel ini merangkum 5 temuan audit ISO 27001 yang paling sering muncul, lengkap dengan root cause, dampak, dan cara langsung mencegahnya di perusahaan Anda.
1. Perubahan Konfigurasi Sistem Tanpa Rekaman & Notifikasi (Annex A 8.9)
Masalah yang ditemukan
Config change dilakukan oleh IT tanpa adanya change log, approval, atau rollback plan.
Root Cause
Tidak adanya prosedur formal Change Management.
Risiko
- System downtime yang tidak terprediksi
- Kerentanan baru tidak terdeteksi
- Sulit melakukan audit trail
Cara Mencegah
- Terapkan prosedur Change Management berbasis risiko
- Gunakan tiket dan tools tracking (misal: Jira, ServiceNow)
- Lakukan konfigurasi baseline & version control
2. Tidak Ada Standard Secure Coding (Annex A. 8.28)
Masalah yang ditemukan
Pengembangan software hanya berdasarkan pengalaman developer, tanpa pedoman resmi.
Root Cause
Budaya secure by design belum terbentuk.
Risiko
- Vulnerability tinggi pada aplikasi (SQLi, XSS, CSRF, dll.)
- Tingginya biaya rework dan patching
Cara Mencegah
- Dokumentasikan standar coding misalnya berbasis OWASP
- Lakukan static code analysis & peer review
- Pelatihan secure coding untuk developer
3. Rekrutmen Karyawan Tanpa Background Check (Annex A 6.1)
Masalah yang ditemukan
Perekrutan masih mengandalkan interview tanpa verifikasi identitas & rekam jejak.
Root Cause
Tidak ada HR Security Screening Policy.
Risiko
- Insider threat meningkat
- Aset informasi rawan disalahgunakan
Cara Mencegah
- Lakukan background screening proporsional risiko posisi (SKCK, BI Checking)
- NDA & confidentiality clause menjadi standar kontrak
- Evaluasi akses ketika onboarding/offboarding
4. Kurangnya Awareness Karyawan Terkait ISMS
Masalah yang ditemukan
Staf tidak mengetahui kebijakan SMKI, proses pelaporan insiden, atau kontrol dasar keamanan.
Root Cause
Tidak ada program security awareness yang terstruktur.
Risiko
- Mayoritas insiden siber berasal dari kelalaian manusia (human error)
- Kesulitan mempertahankan penerapan kontrol
Cara Mencegah
- Pelatihan awareness rutin (phishing simulation, micro-learning)
- Komunikasi SMKI melalui berbagai kanal internal
- Evaluasi efektivitas pelatihan dengan KPI
5. Backup Ada, Tapi Tidak Pernah Ditest Restore
Masalah yang ditemukan
Backup dilakukan rutin, tapi belum ada bukti restore berhasil.
Root Cause
Tidak adanya prosedur Backup & Recovery Testing.
Risiko
- Data tidak bisa dipulihkan saat insiden
- Kerugian bisnis besar akibat downtime
Cara Mencegah
- Jadwalkan uji restore berkala
- Simpan catatan hasil testing
- Pastikan pemulihan sesuai RTO/RPO yang ditetapkan
Apa yang Harus Dipersiapkan untuk Audit ISO 27001?
- Dokumentasi yang mencerminkan praktik nyata
- Risiko informasi yang terpetakan dan dikendalikan
- Teknologi yang aman & memiliki bukti Pengendalian
- Awareness stakeholder yang tinggi
- Bukti pemantauan, evaluasi & continual improvement
Singkatnya: ISO 27001 bukan hanya dokumen, tapi sistem yang hidup.
Kenapa Temuan-Temuan Ini Sering Terjadi?
Karena banyak organisasi:
- Fokus pada dokumen, bukan risiko
- Melihat ISO hanya sebagai persiapan sertifikasi, bukan perlindungan aset
- Minim pemahaman aspek teknis keamanan informasi
Padahal karakter audit ISO 27001 kini jauh lebih teknis dan berbasis kontrol Annex A terbaru.
Lindungi Aset Informasi Anda Bersama Bizplus.id
Dengan pengalaman di banyak industri, Bizplus.id memahami pain point nyata dalam audit ISO 27001:
- Risk-based implementation
- Technical guidance (pentest, continuity, patching, access control)
- Audit-ready documentation
- Improvement & monitoring sistem berkelanjutan
Kami tidak hanya membantu lolos audit, tapi memastikan keamanan bisnis Anda benar-benar meningkat.
Karena di era siber saat ini, keamanan informasi bukan hanya compliance tetapi nyawa bisnis Anda.
Penulis: CA
Baca Juga:



