5 Temuan Audit ISOIEC 27001 Paling Sering Muncul dan Cara Mencegahnya

5 Temuan Audit ISO/IEC 27001 Paling Sering Muncul dan Cara Mencegahnya

Implementasi ISO/IEC 27001 sering dianggap hanya sebatas memenuhi dokumen yang diminta auditor. Namun saat audit berlangsung, banyak organisasi termasuk yang sudah memiliki tim IT matang masih mendapatkan temuan audit ISO/IEC 27001 signifikan yang menunjukkan adanya celah keamanan informasi.

Artikel ini merangkum 5 temuan audit ISO 27001 yang paling sering muncul, lengkap dengan root cause, dampak, dan cara langsung mencegahnya di perusahaan Anda.

Masalah yang ditemukan

Config change dilakukan oleh IT tanpa adanya change log, approval, atau rollback plan.

Root Cause

Tidak adanya prosedur formal Change Management.

Risiko

  1. System downtime yang tidak terprediksi
  2. Kerentanan baru tidak terdeteksi
  3. Sulit melakukan audit trail

Cara Mencegah

  1. Terapkan prosedur Change Management berbasis risiko
  2. Gunakan tiket dan tools tracking (misal: Jira, ServiceNow)
  3. Lakukan konfigurasi baseline & version control

Masalah yang ditemukan

Pengembangan software hanya berdasarkan pengalaman developer, tanpa pedoman resmi.

Root Cause

Budaya secure by design belum terbentuk.

Risiko

  1. Vulnerability tinggi pada aplikasi (SQLi, XSS, CSRF, dll.)
  2. Tingginya biaya rework dan patching

Cara Mencegah

  1. Dokumentasikan standar coding misalnya berbasis OWASP
  2. Lakukan static code analysis & peer review
  3. Pelatihan secure coding untuk developer

Masalah yang ditemukan

Perekrutan masih mengandalkan interview tanpa verifikasi identitas & rekam jejak.

Root Cause

Tidak ada HR Security Screening Policy.

Risiko

  1. Insider threat meningkat
  2. Aset informasi rawan disalahgunakan

Cara Mencegah

  1. Lakukan background screening proporsional risiko posisi (SKCK, BI Checking)
  2. NDA & confidentiality clause menjadi standar kontrak
  3. Evaluasi akses ketika onboarding/offboarding

Masalah yang ditemukan

Staf tidak mengetahui kebijakan SMKI, proses pelaporan insiden, atau kontrol dasar keamanan.

Root Cause

Tidak ada program security awareness yang terstruktur.

Risiko

  1. Mayoritas insiden siber berasal dari kelalaian manusia (human error)
  2. Kesulitan mempertahankan penerapan kontrol

Cara Mencegah

  1. Pelatihan awareness rutin (phishing simulation, micro-learning)
  2. Komunikasi SMKI melalui berbagai kanal internal
  3. Evaluasi efektivitas pelatihan dengan KPI

Masalah yang ditemukan

Backup dilakukan rutin, tapi belum ada bukti restore berhasil.

Root Cause

Tidak adanya prosedur Backup & Recovery Testing.

Risiko

  1. Data tidak bisa dipulihkan saat insiden
  2. Kerugian bisnis besar akibat downtime

Cara Mencegah

  1. Jadwalkan uji restore berkala
  2. Simpan catatan hasil testing
  3. Pastikan pemulihan sesuai RTO/RPO yang ditetapkan
  1. Dokumentasi yang mencerminkan praktik nyata
  2. Risiko informasi yang terpetakan dan dikendalikan
  3. Teknologi yang aman & memiliki bukti Pengendalian
  4. Awareness stakeholder yang tinggi
  5. Bukti pemantauan, evaluasi & continual improvement

Singkatnya: ISO 27001 bukan hanya dokumen, tapi sistem yang hidup.

Karena banyak organisasi:

  1. Fokus pada dokumen, bukan risiko
  2. Melihat ISO hanya sebagai persiapan sertifikasi, bukan perlindungan aset
  3. Minim pemahaman aspek teknis keamanan informasi

Padahal karakter audit ISO 27001 kini jauh lebih teknis dan berbasis kontrol Annex A terbaru.

Dengan pengalaman di banyak industri, Bizplus.id memahami pain point nyata dalam audit ISO 27001:

  1. Risk-based implementation
  2. Technical guidance (pentest, continuity, patching, access control)
  3. Audit-ready documentation
  4. Improvement & monitoring sistem berkelanjutan

Kami tidak hanya membantu lolos audit, tapi memastikan keamanan bisnis Anda benar-benar meningkat.

Karena di era siber saat ini, keamanan informasi bukan hanya compliance tetapi nyawa bisnis Anda.

Penulis: CA

Baca Juga:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp