Limbah B3 Masih Jadi Temuan Audit? Ini yang Harus Diperbaiki dari ISO 14001

Temuan terkait Limbah B3 masih cukup sering muncul dalam audit ISO 14001. Masalahnya bukan selalu karena perusahaan tidak memiliki prosedur, tetapi karena penerapannya belum konsisten di lapangan.

Mulai dari identifikasi limbah yang belum tepat, penyimpanan yang tidak sesuai, pencatatan yang tidak lengkap, hingga kurangnya pemantauan dan pemahaman karyawan. Jika kondisi ini terus berulang, artinya perusahaan perlu melihat kembali efektivitas Sistem Manajemen Lingkungan yang diterapkan.

Mengapa Limbah B3 Masih Sering Menjadi Temuan?

Beberapa penyebab umum antara lain:

  • Identifikasi Limbah B3 Belum Lengkap

    Perubahan proses, penggunaan bahan kimia baru, kegiatan maintenance, atau penambahan aktivitas dapat menghasilkan jenis limbah baru. Jika identifikasi aspek lingkungan tidak diperbarui, ada risiko Limbah B3 tidak teridentifikasi dan tidak dikelola dengan tepat.

    • Penyimpanan Belum Sesuai

    Kondisi tempat penyimpanan menjadi salah satu area penting dalam pengelolaan Limbah B3. Temuan dapat berupa wadah yang tidak sesuai, label dan simbol tidak lengkap, segregasi limbah yang kurang tepat, hingga masa penyimpanan yang tidak terpantau.

    • Dokumentasi Tidak Konsisten

    Jumlah Limbah B3 yang dihasilkan, disimpan, dan diserahkan kepada pihak pengelola harus dapat ditelusuri. Ketidaksesuaian antara kondisi aktual dan pencatatan dapat menunjukkan lemahnya kontrol perusahaan.

    Selain itu, perusahaan juga perlu memastikan pelaporan dan dokumentasi pengangkutan Limbah B3 melalui Festronik telah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Data pada dokumen elektronik tersebut perlu sesuai dengan kondisi aktual, termasuk jenis limbah, jumlah, pihak pengangkut, dan tujuan pengelolaan. Kelalaian dalam pemenuhan pelaporan dapat menjadi risiko kepatuhan lingkungan bagi perusahaan.

    • Monitoring dan Pelatihan Kurang

    Tanpa inspeksi rutin, masalah kecil seperti label rusak, wadah tidak layak, atau penempatan yang salah dapat terus terjadi. Karyawan yang menangani Limbah B3 juga perlu memahami cara penyimpanan, pemindahan, pelaporan, dan penanganan kondisi darurat.

    Peran ISO 14001 dalam Pengelolaan Limbah B3

    ISO 14001 membantu perusahaan mengelola aspek lingkungan secara lebih sistematis. Dalam pengelolaan Limbah B3, penerapannya mencakup:

    • identifikasi aspek dan dampak lingkungan;
    • identifikasi kewajiban kepatuhan;
    • pengendalian operasional;
    • peningkatan kompetensi dan awareness karyawan;
    • monitoring dan evaluasi;
    • corrective action dan continual improvement.

    Artinya, ketika ditemukan satu drum Limbah B3 tanpa label, perusahaan tidak cukup hanya memasang label. Perlu dianalisis juga mengapa kondisi tersebut terjadi, siapa yang bertanggung jawab, apakah inspeksi berjalan, dan apakah kejadian serupa berpotensi terjadi di area lain.

    Inilah perbedaan antara menutup temuan audit dan memperbaiki sistem.

    Bangun Sistem, Bukan Sekadar Menyiapkan Audit

    Pengelolaan lingkungan yang efektif dapat membantu perusahaan meningkatkan kepatuhan, menurunkan risiko pencemaran, mengurangi temuan berulang, dan meningkatkan kesiapan menghadapi audit maupun inspeksi.

    Jika Limbah B3 masih terus menjadi temuan, evaluasi kembali bukan hanya kondisi lapangannya, tetapi juga sistem yang mengendalikannya.

    Bizplus.id siap membantu perusahaan dalam implementasi dan sertifikasi ISO 14001, mulai dari gap assessment, pengembangan sistem, training, internal audit hingga persiapan sertifikasi.

    Jangan hanya memperbaiki temuannya. Perkuat sistemnya.

    Penulis: RA