PRODUCTION PLANNING INVENTORY CONTROL (PPIC)

PPIC adalah praktek mempersiapkan proses manufaktur dan mengontrol stok persediaan bahan baku untuk menjadi barang jadi atau siap jual. PPIC merupakan departemen, divisi, atau fungsi perusahaan manufaktur yang bertugas merencanakan dan mengendalikan rangkaian proses produksi agar berjalan sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan. Perancangan dan pengendalian dalam produksi dilakukan di tahap awal sebelum melakukan proses produksi agar bisa menentukan apa saja yang harus dilakukan dari awal hingga tahap akhir. Dalam ISO 9001:2015 juga membahas terkait fungsi dari PPIC pada klausul 8.5.1 yaitu Pengendalian Penyediaan Produksi dan Jasa yang berisi organisasi harus menerapkan penyediaan produksi dan jasa dalam keadaan kendali.

Tujuan PPIC

  • Dapat membantu perusahaan agar lebih efektif dan efisien dalam hal melakukan kegiatan produksi.
  • Agar perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien terkait aktivitas produksi
  • Membantu perusahaan agar lebih maksimal dalam hal menggunakan modal produksi agar seluruh perencanaan jangka panjang perusahaan agar bisa tercapai.
  • Mengatur berbagai langkah dalam proses produksi agar bisa dijadikan sebagai patokan dalam hal membuat perencanaan proses produksi di masa depan.
  • Mengendalikan dan mengatur seluruh alur pendistribusian bahan baku perusahaan.
  • Dapat membantu divisi lain di dalam perusahaan, seperti divisi penjualan, pemasaran, dan produksi untuk menentukan jumlah produk, waktu lamanya produksi, dan alur pendistribusiannya agar inventory perusahaan menjadi lebih efisien lagi.

Dengan adanya fungsi PPIC di perusahaan maka diharapkan serangkaian proses produksi diharapkan bisa berjalan lebih efektif dan efisien.

Manfaat PPIC

  1. Mengurangi waktu idle
    Dengan pengaplikasian pengontrolan dalam production, planning dan inventory dapat mengatur idle time yang baik. Waktu idle sendiri adalah waktu kosong di mana sebuah mesin tidak digunakan karena beberapa hal, seperti kekosongan bahan produksi.
    Dengan begitu, perusahaan akan siap jika sewaktu-waktu terdapat delay dalam proses produksi. Maka kesalahan dan masalah dalam proses produksi juga dapat dikurangi.
  2. Dapat mengurangi biaya operasional perusahaan
    Dengan menerapkan PPIC yang matang, perusahaan akan lebih menghemat pengeluaran. Dalam hal ini, perusahaan akan bisa lebih berhemat dan bisa menggunakan anggaran untuk keperluan lainnya. Tidak ada anggaran atau pengeluaran yang terbuang dengan sia-sia.
  3. Untuk meningkatkan kepuasan pelanggan
    PPIC akan menjamin perusahaan untuk melakukan proses produksi secara on-time delivery. Dengan begitu, hal ini akan berdampak pada kepuasan pelanggan dan juga loyalitas konsumen. Sebab konsumen atau pelanggan selalu mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan mudah dan tepat waktu.
  4. Memastikan jumlah asset untuk produksi
    Ketika perusahaan telah memiliki perencanaan produksi dengan baik, maka perusahaan akan dengan mudah menentukan jumlah kapasitas maksimal produksi yang akan dilakukan.
    Dengan kata lain, perusahaan akan mudah untuk menentukan angka kapasitas yang dibutuhkan seperti keperluan alat produksi hingga supplier untuk menyelesaikan jumlah produksi.
  5. Meningkatkan ROA (Return On Assets) Perusahaan
    Jika perusahaan berhasil menerapkan PPIC, maka ROA  (Return On Assets) dalam perusahaan juga akan meningkat. Kontrol yang baik akan membantu perusahaan untuk mengoptimalkan alat-alat produksi agar lebih efektif dan menghasilkan barang-barang yang berkualitas. Sehingga proses produksi tidak akan overdose karena sudah dilakukan perencanaan yang matang sebelumnya.
  6. Memudahkan pekerjaan departemen penjualan, procurement, dan keuangan melalui perencanaan produksi yang sistematis, tingkat persediaan yang sesuai permintaan, dan laporan inventaris yang akurat.