Penilaian Risiko Anti Penyuapan

Penyuapan merupakan ancaman serius terhadap keberlanjutan bisnis dan integritas perusahaan. Berdasarkan data KPK hingga akhir 2022, kasus penyuapan meningkat tiap tahunnya. Maka untuk meminimalisir hal tersebut, pemerintah telah membangun budaya anti korupsi dengan implementasi SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan pada organisasi bisnis/perusahaan.

Proses Identifikasi Risiko Anti Penyuapan

Dalam penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan, salah satu persyaratan menyebutkan bahwa perusahaan wajib mengidentifikasikan risiko anti penyuapan dengan seksama. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses identifikasi risiko anti penyuapan:

  1. Pemahaman Persyaratan ISO 37001:2016
    Sebelum memulai penilaian risiko anti penyuapan, organisasi perlu memahami isi persyaratan ISO 37001 termasuk pemahaman mendalam terhadap setiap klausul dan bagaimana cara mengimplementasikan. Untuk menambah pemahaman persyaratan ISO 37001:2016, Anda dapat mengikuti training di Konsultan ISO Bizplus yang di adakan tiap tahunnya.
  2. Penetapan Konteks Organisasi
    Langkah awal dalam penilaian risiko adalah penetapan konteks organisasi. Organisasi perlu memahami lingkungan bisnisnya, pihak-pihak terkait, dan faktor-faktor eksternal yang dapat memengaruhi risiko penyuapan. Karena faktor penilaian risiko anti penyuapan dipengaruhi oleh beberapa hal yang ada di konteks organisasi seperti:
    • Skala dan struktur organisasi/perusahaan
    • Lokasi/ wilayah operasi
    • Bidang usaha/aktivitas
    • Stakeholders atau Mitra Bisnis
    • Interaksi dengan pejabat publik, budaya, dll
  3. Identifikasi dan Klasifikasi Risiko
    Dalam tahapan ini, perusahaan akan menentukan untuk tingkat risiko anti penyuapan sebagai kriteria untuk tindakan pencegahannya. Tingkatan kriteria dapat berupa “Tinggi” “Sedang” dan “Rendah”. Tingkat risiko ini akan didapatkan dari hasil perkalian antara severity/keparahan dan probability/kemungkinan.
  4. Penentuan Tindakan Pengelolaan Risiko
    Berdasarkan hasil penilaian risiko, perusahaan perlu menentukan tindakan pengelolaan risiko. Ini dapat mencakup perbaikan kebijakan dan prosedur, peningkatan pengawasan, atau penerapan kontrol tambahan untuk mengurangi risiko penyuapan.
  5. Pemantauan dan Peninjauan Berkala
    Proses penilaian risiko anti penyuapan tidak berhenti setelah identifikasi dan tindakan pengelolaan. Organisasi perlu menetapkan mekanisme pemantauan dan tinjauan berkala untuk memastikan bahwa penilaian risiko tetap relevan dan up-to-date.

Mengidentifikasi risiko anti penyuapan adalah langkah awal yang kritis dalam membangun budaya perusahaan yang berintegritas. Dengan menerapkan langkah-langkah ini secara sistematis, organisasi dapat mengurangi risiko penyuapan, meningkatkan kepatuhan, dan memastikan bahwa bisnis mereka beroperasi dalam lingkungan yang etis dan aman. Identifikasi risiko anti penyuapan bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga investasi dalam keberlanjutan jangka panjang perusahaan. Untuk lebih jelasnya dalam proses Identifikasi risiko penyuapan anda dapat menggunakan jasa Konsultan Bizplus.

Penulis: RA

Share this :