Kenali Kandungan Cromboloni yang Halal Untuk Dikonsumsi

Cromboloni telah menjadi viral dan mendapatkan perhatian luas dari para pecinta kuliner. Tidak hanya rasanya yang lezat, tetapi variasi topping yang kreatif seperti cokelat, keju, atau gula halus turut menambah kepopuleran cromboloni. Namun baru-baru ini LPPOM MUI mengeluarkan statment mengenai 5 titik cromboloni yang harus diwaspadai, karena bisa jadi bahan yang digunakan tidak halal.

Cromboloni sendiri dikenal sebagai hasil perpaduan antara Croissant dan bomboloni. Arti dari Croissant sendiri adalah kue asal Austria yang terbuat dari adonan pastry berlapis, sementara untuk arti dari bomboloni sendiri adalah donat yang tidak terdapat lubang ditengahnya yang berasal dari negara Italia yang diberikan isian, contohnya krim cokelat atau krim vanilla dan sebagainya.

Bahan Dasar Pembuatan Cromboloni

  • Adonan pastry berlapis (Croissant): Adonan ini terdiri dari tepung, mentega, air, garam, dan mungkin ragi. Proses laminasi, di mana lapisan-lapisan mentega dimasukkan ke dalam adonan, memberikan tekstur berlapis khas pada Croissant.
  • Isian (bomboloni): Bomboloni biasanya diisi dengan berbagai bahan seperti krim cokelat, krim vanilla, selai, atau bahkan custard. Isian ini memberikan rasa dan kelembutan tambahan pada cromboloni.
  • Gula dan Pemanis: Beberapa resep mungkin menambahkan gula baik pada adonan maupun sebagai lapisan permukaan untuk memberikan rasa manis tambahan.
  • Telur: Telur dapat digunakan sebagai bahan pengikat dan memberikan kekayaan pada tekstur kue.
  • Pewarna atau aroma tambahan: Beberapa variasi cromboloni mungkin menambahkan pewarna atau ekstrak rasa tertentu untuk memberikan karakteristik aroma atau warna khusus.

Bahan yang Perlu Diwaspadai Pada Cromboloni

Gelatin, jika cromboloni diisi dengan bahan seperti kriim atau jelly yang mengandung gelatin yang berasal dari sumber haram, maka itu bisa menjadi masalah. Contoh kandungan gelatin yang tidak Halal:

  • Gelatin Babi (Pork Gelatin): Gelatin yang berasal dari daging babi dianggap haram dalam Islam.
  • Gelatin dari hewan tidak sembelihan (Non-Halal Slaughter): Gelatin yang berasal dari hewan yang tidak disembelih sesuai dengan aturan Halal dapat dianggap tidak Halal.
  • Gelatin dari Hewan Karnivora atau Predator: Gelatin yang diperoleh dari hewa-hewan yang umumnya dianggap sebagai predator atau hewan pemangsa mungkin dianggap tidak Halal.

Pewarna dan perasa, pewarna atau perasa yang mengandung alcohol etil dapat menjadi haram, karena alcohol dapat diperoleh dari sumber yang tidak halal. Contoh pewarna dan perasa termasuk pembuatan pastry seperti berikut:

  • Vanilla Extract (Ekstrak Vanilla): Digunakan sebagai perasa untuk memberikan aroma dan rasa vanilla pada Cromboloni atau Pastry lainnya.
  • Cokelat: Cocoa powder atau cokelat bubuk dapat digunakan sebagai pewarna dan perasa untuk memberikan rasa cokelat pada adonan atau isian Cromboloni.

Contoh kandungan pewarna dan perasa yang tidak Halal:

  • Alkohol Etil (Ethyl Alcohol): Pewarna atau perasa yang mengandung alkohol etil dapat dianggap tidak Halal, karena alkohol etil berasal dari sumber yang dapat dianggap haram.Koefisin (Cochineal): Koefisin adalah pewarna merah alami yang diperoleh dari serangga Cochineal. Meskipun secara alami berasal dari serangga, beberapa pandangan menganggapnya tidak Halal.
  • Karmin (Carmine): Karmin adalah pewarna merah yang diperoleh dari Cochineal atau Dactylopius coccus, serangga yang hidup di kaktus. Karmin dapat dianggap tidak Halal oleh beberapa pihak.Perasa yang mengandung minuman beralkohol:
  • Beberapa perasa dapat mengandung minuman beralkohol sebagai bagian dari formula. Oleh karena itu, perasa yang menggunakan alkohol sebagai pelarut atau bahan dasar dapat dianggap tidak Halal.
  • Bahan Pewarna dari sumber hewan yang tidak Halal: Beberapa pewarna atau perasa dapat mengandung bahan-bahan dari sumber hewan yang tidak Halal, seperti babi atau hewan lain yang tidak disembelih sesuai dengan prinsip Halal.

Emulsifier atau pengemulsi, beberapa emulsifier dapat berasal dari sumber hewan yang tidak halal. Beberapa emulsifier yang umumnya digunakan dalam industri makanan, termasuk pembuatan Cromboloni, antara lain:

  • Mono-dan Digliserida Asam Lemak (Mono-dan Diglycerides of Fatty Acids): Emulsifier ini umum digunakan untuk meningkatkan tekstur dan daya tahan produk roti dan pastry. Ini dapat berasal dari sumber nabati atau hewan.
  • Polisorbat (Poysorbate): Beberapa varian polisorbat, seperti Polisorbat 80, dapat digunakan sebagai Emulsifier dalam pembuatan Cromboloni.

Contoh kandungan emulsifier yang tidak Halal:

  • Mono-dan Digliserida Asam Lemak (Mono-dan Diglycerides of Fatty Acids): Emulsifier ini sering digunakan untuk meningkatkan tekstur dan umumya berasal dari minyak nabati. Namun, perlu diketahui bahwa sumber minyak tersebut dapat berasal dari tanaman yang diharamkan atau tanaman yang tidak disebutkan apakah Halal atau tidak.
  • Polisorbat (Poysorbate): Contohnya, Polisorbat 80, yang umum digunakan sebagai emulsifier dan pengemulsi dalam makanan dan produk farmasi. Produksi Polisorbat 80 dapat melibatkan alkohol etoksilat yang mungkin bersumber dari minyak hewan.
  • Gliceril Oleat (Glyceryl Oleate): Emulsifier ini dapata diperoleh dari berbagai sumber termasuk minyak ikan dan lemak hewan.

Enzim, beberapa enzim mungkin berasal dari sumber hewan yang tidak halal. Enzim yang mungkin juga hadir dalam pembuatan cromboloni, termasuk:

  • Lipase: Enzim ini memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol dan dapat memengaruhi karakkteristik rasa dan tekstur.
  • Protease: Enzim ini memecah protein menjadi asam amino dan dapat memengaruhi struktur dan tekstur adonan.

Contoh enzim yang tidak Halal:

  • Lipase: Enzim lipase dapat digunakan dalam proses pembuatan makanan dan minuman. Sumber tripsin bisa berasal dari pancreas hewan yang tidak Halal.
  • Tripsin: adalah enzim pencernaan yang dapat digunakan dalam industry makanan. Sumber tripsin bisa berasal dari pancreas hewan yang tidak Halal.

Cara Mengetahui Cromboloni Halal untuk Dikonsumsi

Baca label dan informasi produk:

  • Periksa label bahan pada kemasan Cromboloni. Pastikan bahwa bahan-bahan yang digunakan sesuai dengan prinsip-prinsip kehalalan.
  • Perhatikan apakah ada bahan yang mencurigakan atau dapat berasal dari sumber haram.

Hubungi produsen atau penjual:

  • Jika label tidak memberikan informasi yang cukup atau jika kita masih ragu, hubungi produsen atau penjual langsung.
  • Tanyakan asal-usul bahan-bahan dan proses produksi, khususnya untuk bahan seperti isian, pewarna, perasa, dan emulsifier.

Konsultasikan dengan otoritas kehalalan makanan dan cari label halal resmi:

  • Untuk memastikan kehalanan produk, dapat berkonsultasi dengan otoritas kehalalan makanan setempat atau lembaga kehalalan yang diakui.
  • Mereka dapat memberikan informasi lebih lanjut atau memberikan sertifikasi kehalalan untuk produk tersebut.
  • Bebebrapa produk makanan memiliki sertifikasi kehalalan resmi dari lembaga yang diakui. Periksa apakah ada label Halal pada kemasan.

Jika kita mengikuti panduan hokum agama tertentu, pastikan untuk mengikuti panduan tersebut dalam menentukan kehalalan makanan.

Penulis: YS
Share this :