Lean Manufacturing: Mengenal Lebih Dalam

Lean Manufacturing adalah filosofi manajemen dan metodologi produksi yang berfokus pada peningkatan efisiensi dengan mengurangi pemborosan (waste) dalam proses produksi. Metode ini bertujuan untuk menciptakan lebih banyak nilai bagi pelanggan dengan sumber daya yang lebih sedikit.

Produktivitas dalam suatu perusahaan menjadi suatu hal yang menjadi perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan-perusahaan mulai untuk berlomba-lomba menghasilkan suatu produk yang lebih efektif dan efisien dengan menghilangkan pemborosan-pemborosan yang ada di dalam proses produksinya.

Jenis-Jenis Waste dalam Lean Manufacturing

  1. Waste of Overproduction
    Waste atau pemborosan yang terjadi karena kelebihan produksi baik yang berbentuk finished goods (barang jadi) maupun WIP (barang setengah jadi) tetapi tidak ada order/pesanan dari customer.
  2. Waste of Inventory
    Waste atau pemborosan yang terjadi karena Inventory yang berlebihan sehingga tidak ada space tersedia untuk barang.
  3. Waste of Defects
    Waste atau pemborosan yang terjadi karena buruknya kualitas atau adanya kerusakan (defect) sehingga diperlukan perbaikan.
  4. Waste of Transportation
    Waste atau pemborosan yang terjadi karena tata letak (layout) produksi yang buruk, peng-organisasian tempat kerja yang kurang baik sehingga memerlukan kegiatan pemindahan barang dari satu tempat ke tempat lainnya.
  5. Waste of Motion
    Waste atau pemborosan yang terjadi karena gerakan-gerakan pekerja maupun mesin yang tidak perlu dan tidak memberikan nilai tambah terhadap produk tersebut.
  6. Waste of Motion
    Waste atau pemborosan yang timbul dari proses menunggu, menunggu disini dapat dimaksudkan ke dalam barang-barang yang masih menunggu untuk proses.
  7. Waste of Overprocessing
    Adanya proses-proses yang dikerjakan tetapi proses ini memberi nilai tambah pada produk yang dihasilkan.

Metode

  1. 5S/5R
    Merupakan metode untuk menata kembali dan menjaga agar kondisi gudang dan area produksi tetap rapi. Dengan penerapan metode ini maka dapat dihilangkan waste of inventory karena kita akan menyingkirkan barang-barang di area kerja yang sudah tidak terpakai
  2. Total Productive Maintenance (TPM)
    Merupakan metode di mana kita akan memastikan bahwa mesin-mesin yang digunakan tetap dalam kondisi yang baik karena dilakukan perawatan secara menyeluruh.
  3. Just in Time (JIT)
    Merupakan metode di mana perusahaan menggunakan konsep JIT dalam melakukan produksi dan hanya akan melakukan produksi apabila ada order dari customer. Metode ini digunakan untuk menghilangkan overproduction dan overinventory.

Penulis : YW

Share this :